Ratusan pemuda yang diamankan ke Mapolres Tuban lantaran nekat melakukan konvoi saat malam pengesahan warga baru PSHT, Rabu (9/7/2025) dini hari.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Polres Tuban melakukan tindakan tegas terhadap ratusan penggembira yang nekat konvoi saat malam pengesahan warga baru PSHT, Rabu (9/7/2025) dini hari.
Mereka digelandang ke Mapolres Tuban lantaran nekat melakukan konvoi dan mencoba menerobos penyekatan-penyekatan yang dilakukan para personel gabungan.
BACA JUGA:
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Polres Tuban Bongkar Sindikat Pencurian Sapi, Hasil Curian Dijual ke Lumajang
- Petugas Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat saat Jam Kunjungan
"Mereka kami amankan beserta kendaraannya karena nekat melakukan konvoi dan anarkis serta memaksa memasuki wilayah kota Tuban," kata Kapolres Tuban, AKBP William Cornelis Tanasale.
Menurut Kapolres Tuban, para penggembira ini dilakukan penindakan tegas karena tidak mengindahkan imbauan dan larangan tentang konvoi saat acara pengesahaan warga baru PSHT Tuban.
Tentu tindakan ini juga bagian dari respons atas keluhan masyarakat dari tahun ke tahun. Pasalnya, setiap pengesahan warga baru perguruan silat selalu dibarengi dengan kegiatan konvoi dan anarkis.
"Sebelumnya sudah kita larang konvoi, namun tetap konvoi dan berbuat anarkis," timpalnya.
Perwira polisi berpangkat melati dua ini menambahkan, ratusan kendaraan tersebut sementara diamankan di Polres Tuban. Bukan hanya motor, namun orangnya juga akan ditahan.
William berpesan agar kejadian anarkis di wilayah lain yang berkaitan dengan konvoi pengesahan tidak terjadi di Kabupaten Tuban. Seperti insiden kecelakaan yang menyebabkan seorang ibu meninggal dunia akibat tertabrak rombongan konvoi di Kabupaten Tulungagung.
"Bayangkan, anaknya masih kecil orang tuanya sudah meninggal, itu tidak bertanggung jawab namanya," ungkapnya.
Selain itu, William juga menyontohkan insiden penusukan terhadap peserta konvoi oleh warga yang merasa terganggu dengan kebisingan knalpot di Kota Malang, hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




