Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf. Foto: Antara.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menyebut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan nilai transaksi bantuan sosial (Bansos) yang digunakan untuk judi online (judol) mencapai Rp957 miliar.
Kementerian Sosial (Kemensos) dan PPATK, terus menganalisis dan memadankan data seluruh rekening penerima bansos,
BACA JUGA:
- Disambut Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul Salurkan 1.500 Paket Sembako dan Resmikan Masjid KHAS
- Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
- Di Sidoarjo, Mensos Gus Ipul Ajak Jajaran di Sidoarjo Jihad Pemutakhiran DTSEN
- Mensos Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien, Pembiayaan Bisa Menyusul
Menurut Gus Ipul sapaan Mensos Saifullah Yusuf, pada pertengahan 2025 ini sudah dilakukan analisis pada 28,4 Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos dengan 9,7 juta NIK pemain judol pada tahun 2024. Dan ditemukan, sebanyak 571.410 NIK yang sama.
"Sebanyak dua persen orang penerima bansos merupakan pemain judol tahun 2024 dan terdapat 7,5 juta transaksi dengan nilai Rp957 miliar," ujar Mensos Saifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul di Jakarta, Kamis.
Ia juga menjelaskan, dari subsidi sosial dan bansos tahun 2025, yang nilainya lebih dari Rp500 triliun, ditemukan sebagian ditengarai tidak tepat sasaran, bahkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako, ditengarai 45 persen tidak tepat sasaran.
"Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 43 persen tidak tepat sasaran, bantuan LPG 60 persen tidak tepat sasaran, BBM 82 persen, bahkan listrik lebih dari 50 persen," ucap Mensos.






