Menteri ATR/BPN saat memberi sambutan.
“Solusi percepatan pelayanan itu kita buat rumus dalam ilmu manajemen, namanya dua S. S pertama adalah sistemnya harus kita ubah. S kedua adalah SDM-nya harus kita update atau kita transformasi,” tuturnya.
Nusron mengungkapkan, 75 persen layanan pertanahan nasional terkonsentrasi di 125 kantor pertanahan. Oleh karena itu, transformasi di titik-titik layanan tersebut menjadi sangat krusial agar berdampak luas.
“Kalau benar pelayanannya, kalau semua peralihan elektronik, maka akan ada efek snowball yang mengikuti pola transformasi,” ujarnya.
Menteri ATR/BPN menekankan bahwa proses transformasi tidak bisa dilakukan sepihak oleh Kementerian ATR/BPN.
Diperlukan sinergi bersama IPPAT dan mitra lainnya untuk menciptakan layanan pertanahan yang cepat, bersih, dan profesional. Nusron juga mendorong IPPAT terus meningkatkan kapasitas dan menjaga integritas demi mendukung cita-cita besar reformasi birokrasi di sektor pertanahan. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




