Plt. Sekdes Roomo, Achmad Zainul.
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Desa Roomo, Achmad Zainul, angkat bicara soal kebocoran di PT Linde Indonesia yang mengakibatkan sejumlah warga Desa Roomo dilarikan ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) akibat menghirup debu dampak kebocoran.
Achmad Zainul menyebut, sudah bertahun-tahun PT Linde tak pernah memberikan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kepada warga Roomo. Bahkan sejak perusahaan asing ini masih bernama BOC Gases.
BACA JUGA:
- Cegah Stunting dari Desa, PT Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik
- GRIB Jaya Soroti Penggunaan CSR Bank Jatim Rp5 Miliar untuk Revitalisasi Alun-Alun Malang
- Sambut Natal 2025, Grand Mercure Malang Mirama Gelar CSR di Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang
- Tirta Freshindo Jaya dan Polres Pasuruan Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Desa
“Sejak berdiri, PT Linde Indonesia tak pernah memberikan CSR atau TJSL kepada warga Roomo,” tandas Zainul kepada BANGSAONLINE, Jumat (1/8/2025).
“Sejak pertama berdiri dengan nama BOC Gases hingga berubah nama PT Linde Indonesia, tidak pernah kasih kami CSR, padahal itu kewajiban,” imbuhnya.
Atas insiden kebocoran ini, pemdes meminta PT Linde Indonesia bertanggung jawab, terlebih kepada warga yang hingga dilarikan ke rumah sakit akibat pencemaran lingkungan, salah satunya karena hujan debu.
“Kami minta PT Linde bertanggung jawab atas jatuhnya korban warga kami dan pencemaran lingkungan di desa kami yang membuat mata warga iritasi dan sesak nafas,” terangnya.
Zainul mengatakan pihaknya akan memantau warganya, terutama yang harus dilarikan ke rumah sakit.
“Data awal kami ada 4 warga yang masuk RSPG dan sudah diizinkan pulang. Namun ada informasi korban 7 orang. Saya masih cek ke masing-masing RT,” pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan dari manajemen PT Linde Indonesia. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






