Dinsos Kota Kediri Validasi Data DTSEN dan Evaluasi BPNT untuk Perbaikan Penyaluran Bansos

Dinsos Kota Kediri Validasi Data DTSEN dan Evaluasi BPNT untuk Perbaikan Penyaluran Bansos Petugas dari Dinsos Kota Kediri (kanan) saat melakukan cek data. Foto: Ist

Data yang telah dikumpulkan kemudian diunggah ke aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Masyarakat (SIKSMA), sebelum diperingkat oleh BPS. Hasil pemeringkatan menentukan apakah seseorang masih masuk dalam kategori miskin dan layak menerima bantuan sosial.

“Apabila hasilnya perankingannya masih masuk kriteria miskin, maka tetap memperoleh bansos, kalau tidak masuk kriteria akan terhapus. Yang perlu digarisbawahi kalau petugas ground check hanya bisa memperbarui dan mengumpulkan data saja, sedangkan untuk penentu kriteria miskin atau tidaknya ditentukan dari hasil pemeringkatan oleh BPS,” urai Paulus.

Kegiatan Monev dilakukan dengan metode door to door maupun kelompok, di mana petugas menanyakan langsung kepada warga mengenai penggunaan dana bantuan dan kendala dalam penyalurannya. 

Informasi ini menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Sosial untuk perbaikan penyaluran bantuan sembako/BPNT dan PKH di periode berikutnya.

Paulus berharap kegiatan ini dapat mengurangi kesalahan data seperti exclusion error (warga miskin yang tidak tercatat) dan inclusion error (warga mampu yang tercatat sebagai penerima). 

“Kalau hasil ground check ini ternyata dia dalam keadaan miskin agar bisa segera diusulkan bantuannya. Tapi kalau dalam keadaan mampu segera digantikan kepada masyarakat yang lebih layak,” pungkasnya. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO