Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, saat memberi keterangan ke awak media.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga kondusivitas dunia pendidikan serta melaporkan apabila menemukan indikasi pungli atau praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan melalui kanal aduan resmi yang telah disediakan,” ucap Aries.
Terkait ijazah, Dindik memastikan bahwa seluruh ijazah lulusan tahun 2024 dan 2025 telah diberikan. Sekolah bahkan menghubungi siswa melalui telepon dan mendatangi rumah alumni yang belum mengambil ijazah.
Untuk tahun ini, ijazah sudah terintegrasi secara daring sehingga siswa bisa langsung mencetaknya. Namun, ada kemungkinan keterlambatan karena kesalahan ejaan nama yang harus diperbaiki terlebih dahulu.
“Jangan khawatir karena ijazah bisa diambil kapan saja, termasuk sekolah sudah mendatangi alumni langsung ke rumahnya, tapi ada alumni yang sudah pindah dan bekerja di luar kota. Untuk ijazah tidak bisa dititipkan ke keluarga karena harus cap tiga jari oleh yang bersangkutan,” jelas Aries.
Informasi pengambilan ijazah telah dipublikasikan melalui media sosial sekolah tanpa syarat tambahan. Jika masih ada yang merasa ijazahnya tertahan, dapat menghubungi hotline 081-3110-8881 atau email ppidhumas.dindikjatim@gmail.com.
"Termasuk juga bisa melalui media sosial sekolah masing-masing," kata Aries.
Dindik Jatim berkomitmen mewujudkan pendidikan yang berintegritas, transparan, dan akuntabel demi masa depan generasi bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang digaungkan oleh Gubernur Khofifah. (asa/dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




