Panen padi di Jombang.
Sebelum perluasan, akan digelar lokakarya bersama para penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk menyusun pola kerja sama dan memperkenalkan bioteknologi berbasis organik.
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Moch Rony, menjelaskan bahwa penerapan MCO memberikan hasil positif. Dari uji coba di BPP Tembelang, penggunaan pupuk kimia dapat ditekan, sementara produksi padi meningkat dengan rata-rata hasil ubinan lebih dari 7 ton per hektare.
“Analisa usaha tani menunjukkan biaya pokok produksi (HPP) turun signifikan. Dengan MCO, HPP mencapai Rp 3.058/kg, sementara tanpa MCO Rp 3.706/kg. Ada selisih Rp 706/kg, ini artinya petani lebih hemat dan tetap mendapatkan hasil panen berkualitas,” ungkapnya.
Selain padi, kerja sama juga diarahkan untuk komoditas jagung, mulai dari penyediaan benih, pupuk, hingga penyerapan hasil panen. Pemkab Jombang berharap program ini dapat menciptakan pertanian yang efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
AFCO Group pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas MCO agar tidak hanya menjadi pembenah tanah, tetapi juga sebagai sumber nutrisi lengkap bagi tanaman.
“Ini merupakan wujud nyata dari tagline kepemimpinan Abah Bupati Warsubi: Kobarkan Mantra Astacita-Kolaborasi Bersama Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera melalui Asta Cita,” kata Rony. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




