DPRD Bojonegoro Minta Pabrikan Rokok Segera Serap Tembakau Petani

DPRD Bojonegoro Minta Pabrikan Rokok Segera Serap Tembakau Petani Petani di Bojonegoro sedang menjemur tembakau yang sudah dirajang.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mengklaim petani masih untung meski harga tembakau kin turun jadi Rp36 ribu per kilogram (kg).

"Harga tembakau memang turun, namun petani menyatakan masih untung. Meski hasil panen berkurang," kata Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Ahli Muda Subkor Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi.

Dia mengatakan, petani tembakau sudah pintar dengan segera menjual hasil panennya meski harga saat ini belum stabil. Sebab apabila menunda menjual hasil panen, dikhawatirkan harga akan semakin turun.

"Karena kondisi cuaca sangat tidak menentu. Hujan kerap mengguyur wilayah Bojonegoro, jadi segera memanen dan menjualnya," katanya.

Menurut Yudi, DKPP sudah meminta pabrikan rokok untuk melakukan penyerapan tembakau di tingkat petani. Tentu harga sesuai dengan kondisi kualitas tembakau.

"Kami sudah koordinasi dengan pabrikan untuk lakukan serapan," tandasnya. (jku/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO