Nurul Hafid menjelaskan bahwa absennya Jember di dua kategori tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya bakat, melainkan keterbatasan fasilitas serta rekomendasi dari pembina yang menilai kesiapan peserta masih belum mencukupi untuk tampil.
"Melalui proses pembinaan, evaluasi, dan seleksi ketat, kami melihat kafilah Jember saat ini berada pada tingkat kesiapan yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Karena itu, peluang untuk mencetak prestasi lebih tinggi sangat terbuka lebar," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember sendiri telah menetapkan target yang cukup ambisius.
Jika pada MTQ sebelumnya di Pasuruan Jember menempati posisi keenam, kini ditetapkan sasaran untuk masuk ke dalam tiga besar provinsi.
“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat, doa, serta semangat dari para peserta dapat menjadi dorongan bagi Jember untuk meraih posisi terbaik. Bahkan, kami tak menutup kemungkinan untuk menjadi juara umum,” tambah Hafid.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa persaingan akan berlangsung sangat ketat, mengingat seluruh daerah akan menurunkan delegasi terbaiknya.
Oleh karena itu, persiapan matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun kemampuan teknis menjadi hal mutlak.
“Karena ini ajang tingkat provinsi, otomatis semua kabupaten dan kota akan menurunkan peserta terbaiknya. Tapi kami tetap optimis, berkat hasil evaluasi menyeluruh dari pembina di tingkat lokal maupun provinsi,” tegasnya.
MTQ bukan hanya sebatas ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah penting dalam membina dan meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat Muslim di Jawa Timur.
Lebih dari itu, MTQ berperan dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah kehidupan masyarakat.(nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




