Fandi Akhmad Yani dan Mujid Riduan. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
"Saya tidak bisa menyampaikan di sini, antara Mas Yani dan Mas Mujid, siapa yang memiliki akses kuat ke ketum dalam ikhtiar menduduki jabatan Ketua PDIP Gresik. Beliau berdua yang tahu," imbuhnya.
Noto yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Gresik menyebut Yani maupun Mujid memiliki rekam jejak, dan prestasi yang patut diapresiasi. Yani saat ini menjabat sebagai kepala daerah untuk periode kedua, sementara Mujid menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik, juga di periode kedua.
Mujid dinilai berhasil membesarkan PDIP Gresik, terutama pada Pemilu 2024 di mana partai meraih 9 kursi DPRD, naik dari 6 kursi pada Pemilu 2019.
"Dipimpin Mas Mujid, PDIP Gresik meraih 9 kursi pada Pemilu 2024 dari Pemilu sebelumnya (2019) 6 kursi, sehingga PDIP Gresik mendapatkan jatah pimpinan DPRD. Itu prestasi Mas Mujid," ucap Noto.
Ditegaskan pula olehnya, siapa pun yang dipilih Megawati, baik dari dua nama tersebut maupun dari luar penjaringan, merupakan hak prerogatif.
"Jadi sebagai kader PDIP, saya melihat baik Mas Mujid maupun Mas Yani sama-sama berprestasi. Tapi semua tergantung Bu Ketum, siapa dari keduanya yang akan dipilih untuk memimpin PDIP Gresik lima tahun ke depan. Atau Bu Ketum tunjuk di luar keduanya, itu juga wewenang Bu Ketum," paparnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




