Dapur MBG di Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan bakal dievaluasi oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Langkah ini dilakukan setelah terdapat 13 siswa SMA Negeri 2 yang diduga mengalami keracunan.
Sugeng Widodo, Juru Bicara Pemkab Lamongan, mengatakan evaluasi akan dilakukan setelah hasil uji sampel makanan dari laboratorium keluar.
BACA JUGA:
- Berkat Jamula, Infrastruktur Jalan Lamongan Makin Mantap dan Alus
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
"Kami masih menunggu hasil uji sampel dari laboratorium," ujar Sugeng, Minggu (21/9/2025).
Sugeng menegaskan, Dinas Kesehatan bersama pihak terkait sudah mengambil sampel sisa makanan dari program MBG untuk kemudian dikirim ke laboratorium di Surabaya.
Dalam kesempatan ini, Sugeng juga memastikan 13 siswa yang menjalani perawatan akibat keracunan kondisinya sudah membaik dan telah diizinkan pulang.
"Sudah pulih semua dan sudah pulang kemarin," tandasnya.
Sugeng menambahkan, evaluasi terhadap program MBG sesuai arahan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam rangka mengetahui penyebab keracunan, apakah dari makan atau minuman yang disediakan. "Kami masih nunggu hasil uji laboratoriumnya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




