Pemukulan gong sebagai tanda dibukanya Disaster Management Expo 2025.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa rangkaian Bulan PRB 2025 di Bumi Majapahit berfokus pada tiga pilar utama, yakni pameran praktik baik penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat melalui layanan kesehatan dan simulasi evakuasi, serta permainan edukatif dengan pendekatan kreatif untuk membangun ketangguhan sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda, mengungkapkan tema Bulan PRB tahun ini adalah 'Bencana Tidak Bisa Menunggu, Kesiapsiagaan Menjadi Hal yang Utama'. Ia berharap kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan dan gaya hidup kesiapsiagaan yang dimulai dari Mojokerto dan diikuti oleh daerah lain di Indonesia.
Pembukaan pameran dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dan Bupati Mojokerto Gus Barra.
Disaster Management Expo 2025 yang berlangsung pada 1-3 Oktober menghadirkan lebih dari 60 booth, mencakup teknologi kebencanaan, produk pemulihan pascabencana, serta edukasi penanggulangan bencana yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, dan relawan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BNPB bersama Wali Kota Mojokerto turut meresmikan pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto secara simbolis dengan pemukulan gong. Kehadiran BPBD diharapkan dapat meningkatkan responsivitas unsur Forkopimda dalam penanggulangan bencana di wilayah tersebut. (ris/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




