Kacabdindik wilayah Malang, Hastini Ratna Dewi menerima penghargaan dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sebagai pengirim buku karya pengawas, kepsek, guru, dan Atrium Grand City, Surabaya, Sabtu (4/10/2025).
Sekadar diketahui, jumlah buku yang terkirim ke Cabdindik untuk tingkat SMA sebanyak 514 buku, SMK 329 buku, SLB 11 buku, dan pengawas 8 buku. Sedangkan yang ditampilkan di pameran buku di Grand City Surabaya sebanyak 150 buku.
“Penghargaan yang diperoleh ini menjadi spirit motivasi bagi pengawas, kepala sekolah, GTK dan murid untuk lebih giat lagi berliterasi, menulis, dan membuat buku pencerah ilmu,” terang Hastini Ratna Dewi.
Pihaknya berharap semua pengawas sekolah, kepala sekolah, GTK, dan siswa dapat membaca dan menulis buku, minimal satu guru satu buku sebagai implementasi budaya literasi.
Sementara itu, dalam kegiatan bedah buku di SMKN 5 Malang, tampil sebagai moderator yakni Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Kota Malang, Ida Sari Rahmawati. Selanjutnya, pembahas karya fiksi yaitu Moh. Syaiful Hafid, Guru PKn dan Penggiat Literasi SMAN 1 Kota Malang, dan pembahas karya nonfiksi yakni pengawas Cabdindik Malang, Virginia Rooselyne.
Sedangkan para penulis fiksi yang bukunya dibedah yaitu Panjilmo Putro (SMAN 9 Kota Malang) yang berjudul “Pendekar Syair Bertuah”, kemudian Elfrado Dee Vernandacello, murid SMA Katolik Santo Albertus Kota Malang yang berjudul “Kacamata”. Dan terakhir, karya Basuki Agus Priyana Putra (SMAN 1 Kota Malang) dengan judul “SALAH”.
Sedangkan penulis nonfiksi antara lain karya Imrotin (SMKN 3 Kota Batu) dengan judul “Guru, Bolehkah Marah?”, dan Eviatun Khaeriah (SMKN 2 Kota Malang) dengan judul “Pendidikan Karakter sebagai Pembentuk Self Identity pada Remaja”.
Pada kegiatan ini, Cabdindik Wilayah Malang memberikan penghargaan kepada sekolah pengirim buku ber-ISBN terbanyak, yakni SMAN 1 Malang, SMKN 6 Malang, SLB BCG Idayu Malang, SMKN 1 Batu, dan SMAN 2 Batu. (asa/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




