Usung Semangat Seva Paramahita, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Faskes Berkomitmen Tahun 2025

Usung Semangat Seva Paramahita, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Faskes Berkomitmen Tahun 2025 Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dan jajaran bersama perwakilan penerima penghargaan. (Ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang dinilai berkomitmen dalam menghadirkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional () yang lebih baik.

Penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan tahun ini mengusung semangat “Seva Paramahita”, yang menjadi landasan nilai dalam pemberian apresiasi kepada faskes terbaik. Istilah “Seva” bermakna pelayanan kepada sesama dengan tulus sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui tindakan nyata, sedangkan “Paramahita” berarti kualitas luhur atau kesempurnaan yang menjadi jalan menuju kebaikan.

Dengan filosofi tersebut, BPJS Kesehatan berharap, seluruh faskes terus menumbuhkan semangat pelayanan yang penuh integritas, empati, dan profesionalitas demi kebaikan bersama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam rilis yang diterima BANGSAONLINE, Jumat (10/10/2025) menegaskan bahwa keberhasilan Program tidak lepas dari kontribusi faskes di seluruh tingkatan.

Ia menyebut, sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan, faskes, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.

“Program adalah milik kita bersama. Kami percaya, dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, Program akan terus menjadi harapan seluruh masyarakat dalam menjamin layanan kesehatan. Selain itu, hadirnya Program sekaligus wujud nyata hadirnya negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ghufron.

Menurut Ghufron, per 1 Oktober 2025, jumlah kepesertaan Program sudah mencapai 282,7 juta peserta atau 98,6% dari jumlah penduduk.

Sebagai upaya memperkuat akses layanan, BPJS Kesehatan terus menjalin kerja sama dengan rumah sakit apung dan rumah sakit bergerak, serta memberikan kompensasi bagi Daerah Belum Tersedia Faskes Memenuhi Syarat (DBTMFS).

Langkah ini memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat memperoleh layanan kesehatan yang dijamin Program .

Selain itu, lanjutnya, berbagai inovasi juga dilakukan untuk menyederhanakan alur pelayanan, di antaranya penggunaan NIK/KTP sebagai identitas tunggal di faskes, fitur pendaftaran terjadwal di aplikasi Mobile , serta simplifikasi proses rujukan bagi pasien hemodialisa, thalassemia, hemofilia, dan peserta program rujuk balik.

“BPJS Kesehatan juga telah memperkuat fondasi digital sistem pelayanan di fasilitas kesehatan. Melalui optimalisasi layanan digital, BPJS Kesehatan juga berupaya mengelola Program dengan transparan. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PIF FPKTP) dan penambahan fitur laporan Kekosongan Obat pada Aplikasi Apotek Online,” papar Ghufron.

Dijelaskan Ghufron, PIF FPKTP merupakan dashboard berisi profil pelayanan kesehatan yang dapat diakses oleh setiap fakes atas informasi pengelolaan pelayanan secara lengkap dan terkini. Faskes dapat memantau proses pengajuan klaim, pembayaran kapitasi dan non kapitasi, data utilisasi pelayanan kesehatan, pelaksanaan komitmen, dan mutu pelayanan seperti overview keluhan peserta.

Sementara itu, lanjutnya lagi, BPJS Kesehatan juga mendorong peningkatan transparansi ketersediaan obat di fasilitas kesehatan melalui fitur laporan Kekosongan obat pada aplikasi Apotek Online. Inovasi ini memungkinkan faskes melaporkan stok obat secara real time sehingga respon terhadap potensi kekosongan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa bukan hanya program pemerintah, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang berkelanjutan, kita bersama menjaga keberlangsungan sistem jaminan kesehatan yang adil dan inklusif bagi semua,” tutup Ghufron.

Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan khusus atas peran dan kontribusi dalam pemberian kompensasi pada pelayanan kesehatan Program di Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS) Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Puskesmas Taman Mataru Kabupaten Alor dan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II.

Berikut Daftar Pemenang Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Terbaik dalam Pelayanan Kesehatan Program Tingkat Nasional Tahun 2025.

Kategori Klinik Pratama

Peringkat Pertama: Klinik Pertama Dokter Vitis Kabupaten Kediri

Peringkat Kedua: Klinik Aisyiyah Siti Hajar Kota Tegal

Peringkat Ketiga: Klinik Pratama Jentera Medika Kota Jambi

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter

Peringkat Pertama: Dokter Fitrijah Kabupaten Jombang

Peringkat Kedua: Dokter Wiwi Marma Kota Padang

Peringkat Ketiga: Dokter Hasnur Elfiyeni Kota Banda Aceh

Kategori Puskesmas

Peringkat Pertama: UPTD Puskesmas Lamno Kabupaten Aceh Jaya

Peringkat Kedua: Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri

Peringkat Ketiga: UPTD Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

Peringkat Pertama: Dokter Gigi Dewi Susanty Kota Bukittinggi

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO