JEMBER, BANGSAONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Jember mulai merealisasikan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui program baru, ribuan tenaga kesehatan akan diterjunkan langsung ke desa-desa guna mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang selama ini masih tinggi.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Inisiatif tersebut diumumkan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam gelaran "Pro Gus’e Update" yang diselenggarakan di Stadion Jember Sport Garden, Senin (20/10/2025).
Dalam pidatonya, Fawait mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya tingkat kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Jember selama tahun 2024, yang bahkan menjadi yang tertinggi se-Jawa Timur.
"Ini bukan hal yang bisa dibanggakan, tapi merupakan masalah serius yang perlu kita selesaikan bersama-sama," ujar Fawait dengan nada tegas.
Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Pemkab Jember memulai program jemput bola pelayanan kesehatan. Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) disiapkan untuk turun langsung ke masyarakat, menjangkau setiap pelosok desa dan kelurahan.
Menurut bupati, pendekatan ini dilakukan agar layanan kesehatan bisa lebih cepat dan merata diterima oleh masyarakat, terutama oleh ibu hamil yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan secara rutin.
“Kami telah menetapkan komitmen untuk mengirim para tenaga kesehatan ini ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, mulai dari tingkat kelurahan hingga desa terpencil,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




