Gubernur Khofifah saat bertemu para pelajar yang mengikuti TKA atau tes kompetensi akademik.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan TKA atau Tes Kompetensi Akademik bagi siswa SMA, SMK, MA, dan SLB di Jawa Timur tahun ini berjalan lancar, meskipun sempat terkendala insiden listrik padam di SMAN 6 Malang.
Gubernur Khofifah memastikan bahwa peserta yang terdampak akan difasilitasi untuk mengikuti ujian susulan. Ia menjelaskan, pemadaman listrik disebabkan oleh kabel yang terganggu akibat pohon tumbang.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
“PLN Jawa Timur sudah melakukan pendampingan, tapi kalau terkena angin dan pohon menimpa kabel, itu di luar prediksi,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 5 Surabaya, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, aliran listrik telah kembali normal, namun siswa tetap membutuhkan waktu yang lebih terukur untuk mengerjakan soal.
Tahun ini, jumlah peserta TKA di Jawa Timur mencapai lebih dari 390 ribu siswa dari jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB. Ujian dilaksanakan dalam beberapa gelombang, termasuk bagi peserta kejar paket C dan penerima Kartu Beasiswa Siswa (KBS).
Khofifah menegaskan bahwa hasil TKA tidak memengaruhi kelulusan, namun menjadi bagian penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi jalur tanpa tes (SNBP).
“Tidak ada istilah ‘es lilin’ di Jawa Timur. Sejak tahun 2021 sampai 2025, enam tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri, baik jalur reguler maupun KIP Perguruan Tinggi,” paparnya.
Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga, Biyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengevaluasi sejumlah kendala pada pelaksanaan TKA tahap pertama. Ia memastikan perbaikan akan dilakukan pada gelombang berikutnya dan tahun mendatang.
“Kami berkomitmen untuk memperbaiki kalau nanti ada gelombang kedua, termasuk ujian susulan. Tahun depan juga akan kami sempurnakan berdasarkan hasil evaluasi,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




