Bupati Jember, Muhammad Fawait.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar forum dialog terbuka bersama RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa, serta perangkat desa se-Kecamatan Kencong di Aula Dira Kencong, Jumat (21/11/2025).
Pertemuan ini menjadi ruang khusus untuk membahas langsung mengenai berbagai persoalan mendesak yang terjadi di wilayah tersebut.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Ketua RW 9 Dusun Krajan II, Suradi Hasan, menyampaikan bahwa persoalan mendesak saat ini adalah pembuangan sampah di aliran sungai yang dinilai sudah mencapai titik kritis.
Ia mengungkapkan bahwa banyak warga Kencong yang tinggal di sekitar bantaran sungai membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai.
Menurut Suradi, kondisi itu sangat mengkhawatirkan, karena jika tidak segera ditangani, lautan akan menjadi korban berikutnya.
“Mayoritas warga Kencong tinggal di bantaran sungai. Kenyataannya, sungai malah dijadikan tempat buang sampah. Jika tidak ada tindakan cepat, saya yakin laut kita nanti berubah menjadi tumpukan sampah. Ini situasi darurat, Gus,” ujarnya.
Menanggapi keresahan tersebut, Bupati Jember mengakui bahwa kebiasaan membuang sampah ke sungai masih menjadi persoalan serius.
“Penanganan masalah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kabupaten. Perlu ada pergerakan bersama baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun masyarakat setempat,” ungkap Gus Fawait, sapaan Bupati Jember.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




