Sunset kenjeran. foto: satriyaprayoga
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Progres pembangunan Jembatan Kenjeran sudah 65 persen. Namun, hingga saat ini nelayan sekitar Kenjeran tidak tahu rencana apa yang ada di balik pembangunan jembatan itu.
Menurut Ketua Kelompok Nelayan Nambangan Kenjeran, Sumali, pihaknya tidak yakin dengan mimpi pemerintah membangun kawasan Kenjeran akan memberikan manfaat bagi nelayan.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
"Hal itu sudah terbukti berdirinya SIB (Sentra Ikan Bulak) yang saat ini mangkrak," katanya seperti dikutip suarasurabaya, Rabu (4/11/2015). Menurut Sumali, hal ini disebabkan cara pemerintah kota yang mengggunakan kebijakan top down dalam pembangunan.
"Masyarakat tidak diajak komunikasi sebelumnya dan bahkan sampai saat ini tidak tahu desainnya kayak apa. Itu terjadi sejak pembangunan SIB dulu," katanya.
Karena tidak ada sosialisasi, kata Sumali, maka nelayan saat ini ketakutan bila adanya penggusuran atau pengusiran secara bertahap nantinya.
Menurut Sumali, kampung nelayan yang ada di kawasan Kenjeran sebanyak 10 kampung, yaitu, Banjarejo, Tambak Wedi, Nambangan, Cumpat, Kenjeran, Kejawan Lor, Kalitinjang, Sukolilo, Larangan, dan Kalisari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




