Menu Ramah Anak Jadi Tantangan Baru Program MBG di TK PGRI Milangasri

Menu Ramah Anak Jadi Tantangan Baru Program MBG di TK PGRI Milangasri Anak-Anak TK PGRI Milangasri saat asyik menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). Foto: ANTON/ BANGSAONLINE

"Paling tidak, orang tua tidak perlu lagi menyiapkan bekal seperti dulu. Ini sangat-sangat membantu dan kami selaku pihak sekolah sangat-sangat mendukung sekali program MBG ini," tegas Yeyen, menyoroti aspek kemudahan dan penghematan yang dirasakan oleh wali murid.

Tidak hanya itu, dengan adanya paket gizi yang baik dari program MBG, menurut Yeyen, anak didiknya sekarang menjadi lebih semangat saat mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal.

"Sejak adanya MBG ini, anak-anak menjadi lebih semangat, ceria, dan lebih aktif saat mengikuti kegiatan belajar. Kalau tidak habis, makanan juga bisa dibawa pulang karena anak-anak sudah bawa kotak kosong dari rumah," imbuhnya.

Meskipun disambut dengan tangan terbuka, implementasi MBG di jenjang TK tidak luput dari tantangan yang unik. Salah satu yang paling menonjol adalah isu keseragaman menu. Mengingat program MBG menyasar berbagai jenjang pendidikan, menu yang disajikan terkadang disamaratakan antara siswa TK, SD, hingga SMP.

"Cuma, memang ada kadang-kadang beberapa menu yang anak-anak kurang begitu suka," ungkap Yeyen jujur.

"Misalnya, sayur oseng buncis. Kalau buncisnya besar-besar, anak-anak kesulitan untuk mengunyahnya," katanya.

Keseragaman ukuran dan tekstur makanan menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan. Menu untuk anak usia dini (TK) membutuhkan penyesuaian khusus agar mudah dikonsumsi, mengingat kemampuan mengunyah mereka yang masih berbeda dengan anak usia sekolah dasar atau menengah.

"Belum ada pemisahan antara menu anak TK dan menu anak SD atau SMP. Ini yang menjadi catatan kami, agar ke depan, menu yang disajikan bisa lebih ramah untuk lidah dan mulut anak-anak TK," harapnya. (ton/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO