Suasana forum yang digelar Cargill Gresik bersama Dinkes Gresik di Aula Balai Desa Pegaden. (Ist)
“Ini bagian dari literasi kesehatan. Kader harus mampu mendampingi para ibu dalam memahami dan menggunakan buku KIA,” tegas Anik.
Sementara itu, Admin & Relations Manager PT Cargill Indonesia-Cocoa & Chocolate Gresik, Adi Suprayitno, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kader merupakan salah satu fokus utama program CSR Cargill. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan telah aktif mendukung aksi pencegahan stunting di enam desa sasaran di Kecamatan Manyar.
“Ini bagian dari investasi sosial kami. Dukungan para kader Laskar Cegah Stunting sangat luar biasa sebagai motor penggerak di desa, selain peran kepala desa dan kelompok sosial setempat,” ujarnya.
Menurutnya, Cargill juga memberikan edukasi kepada remaja putri serta orang tua siswa PAUD sebagai upaya komprehensif menurunkan prevalensi stunting.
“Program kami didesain untuk meningkatkan pengetahuan seluruh pemangku kepentingan di desa agar berperan aktif dalam pencegahan stunting,” tambahnya.
Adi meyakini, peningkatan literasi kesehatan masyarakat akan menjadi bekal berkelanjutan bagi generasi kader kesehatan di desa sekaligus upaya menyelamatkan generasi dari risiko stunting. (hud/msn)
Dinkes dan Cargill Gresik saat menggelar peningkatan pengetahuan bagi kader Laskar Cegah Stunting. (Ist)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




