Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana saat memberi sambutan. (Ist).
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Kediri mulai memetakan kompetensi 7.200 guru SD dan SMP sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan dengan menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan profiling dilakukan untuk seluruh guru, baik negeri maupun swasta.
BACA JUGA:
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
"Kita melakukan profiling kepada 7200 guru, baik negeri maupun swasta," kata bupati saat pembukaan kegiatan di SMP Negeri 3 Grogol, Senin (1/12/2025).
Profiling tersebut bertujuan mengidentifikasi tingkat kompetensi guru, mulai dari pengetahuan, keterampilan, kekuatan yang dimiliki hingga aspek yang masih perlu dikembangkan.
Hasilnya akan menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pendidikan.
"Tujuannya supaya pemerintah kabupaten ini punya data, jadi kalau mengambil keputusan di bidang pendidikan kita berdasarkan data, itu yang kita harapkan," ujarnya.
Dhito menegaskan pentingnya pemerataan kompetensi guru di seluruh sekolah. Ia berharap mutu pendidikan di Kabupaten Kediri dapat lebih merata sehingga setiap sekolah menjadi layak dan favorit.
Kegiatan pembukaan profiling diikuti sekitar 200 guru dari perwakilan sekolah di 26 kecamatan. Head of Development PSF, Juliana menjelaskan, terdapat empat kompetensi utama yang dipetakan, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
"Kurang lebih ada sekitar 40 soal yang mencerminkan indikator dari setiap kompetensi," ungkapnya.
Selain pemetaan kompetensi utama, PSF juga menilai soft skill para guru, seperti integritas, kemampuan berkolaborasi, kemampuan sosial, dan keterampilan komunikasi.
"Dari data ini kemudian akan diidentifikasi dan dianalisis baik dari sisi pengetahuan, implementasi, evaluasi hingga kemampuan guru dalam berkolaborasi dan berbagi praktik baik," terangnya. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




