Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala BPPKAD Andhy Hendro Wijaya ketika memberikan keterangan pers usai pengundian wajib pajak patuh bayar pajak. Foto: Ist
Bupati juga mengapresiasi capaian pajak daerah yang mendekati 100 persen menjelang akhir tahun, serta memastikan strategi baru akan disiapkan agar tren positif ini terus terjaga.
Sementara itu, Kepala BPPKAD Gresik, Andhy Hendro Wijaya, menyebut giat apresiasi wajib pajak bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus memberi teladan bagi wajib pajak lainnya. Ia menekankan pentingnya teknologi tapping box sebagai instrumen transparansi dan akurasi pencatatan pajak restoran.
Hingga 9 November 2025, realisasi pajak daerah mencapai Rp957.044.822.834,00. atau 87,15 persen dari target Rp1.098.185.913.376,00. Beberapa jenis pajak seperti Opsen PKB dan Opsen BBNKB bahkan telah melampaui 100 persen.
Pada PBJT, dari target Rp335,2 miliar, capaian mencapai Rp306,7 miliar atau 91,51 persen. Khusus PBJT makanan dan minuman, penerimaan sudah melampaui 100 persen. Saat ini terdapat 173 unit tapping box terpasang, yakni 142 di restoran, 15 di lokasi parkir, 9 di hotel, dan 6 di tempat hiburan.
Tahun ini akan ditambah 30 unit baru dengan pengawasan real time melalui dashboard monitoring, yang mana dengan sistem itu diyakini akan meningkatkan penerimaan PBJT makanan dan minuman.
Andhy menegaskan sisa waktu hingga 31 Desember 2025 akan dimaksimalkan dengan strategi ekstensifikasi pajak melalui penambahan wajib pajak baru, mengingat potensi basis pajak di Gresik masih luas dan belum tergarap sepenuhnya.
Dalam apresiasi periode kedua ini, Pemkab Gresik menyediakan hadiah undian berupa 14 unit televisi, 4 sepeda motor, dan 10 paket umrah. Seluruh hadiah diundi secara langsung, transparan, serta ditayangkan melalui YouTube resmi Pemkab Gresik. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




