Sekretaris UPZ SIG Pabrik Tuban, Andik Sutikno, bersama tim saat serah terima rumah layak huni untuk Sarpuah, warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Semen Indonesia Group (SIG) Pabrik Tuban melalui unit pengumpulan zakat pabrik melalukan rehab rumah milik Sarpuah (64), warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak.
Pembangunan rumah layak huni ini merupakan bentuk kepedulian PT SIG, setelah melihat kondisi rumah yang sangat memperhatikan. Sebelum direhab, kondisi bangunan rumah milik Sarpuah sudah reyot dan banyak lubang. Sehingga, rumah tersebut kerap kemasukan air saat hujan.
"Melihat kondisi itu, akhirnya perusahaan bergerak mewujudkan rumah layak huni untuk Mbah Sarpuah," kata Sekretaris UPZ SIG Pabrik Tuban, Andik Sutikno, saat diwawancarai, Rabu (17/12/2025).
Program bedah rumah ini adalah salah satu program UPZ SIG yang bernama Tuban Peduli. Selain itu, juga ada program UPZ yang lainnya, meliputi Tuban Cerdas, Tuban Takwa, Tuban Berdaya, dan Tuban Sehat.
"Diharapkan rumah baru ini dapat memberikan suasana yang lebih sehat, nyaman, dan aman untuk ditempati. Sehingga nantinya Mbah Sarpuah bisa menjalani hari tuanya dengan lebih tenang tanpa perlu khawatir akan kebocoran atau kondisi bangunan yang rapuh," ujar Andik.
Menurutnya, bantuan dari UPZ ini menjadi wujud kepedulian sosial para karyawan SIG Pabrik Tuban. Termasuk para karyawan telah berkomitmen serta berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang mampu.
"Semoga bantuan yang diberikan UPZ dapat bermanfaat untuk penerima dan berkah bagi pemberi zakat," harapnya.
Sementara itu, Sarpuah menyampaikan terima kasih kepada UPZ SIG Pabrik Tuban yang telah telah merenovasi tempat tinggalnya.
"Awalnya pakai dinding terbuat dari bambu yang sudah lapuk serta banyak berlubang, begitu pula kondisi atapnya," ujar Sarpuah menceritakan kondisi rumahnya dengan memakai bahasa jawa.
Ia bercerita, sebelum dibangun rumahnya terlihat sangat miris ketika terjadi hujan. Ia mengaku hidup sendirian, karena tak memilik anak. Sebelum direhab, Marpuah mengaku tidak bisa tidur nyenyak lantaran gentengnya bocor di banyak titik.
Kini setelah rumah yang lama dirobohkan dan dibangun kembali oleh UPZ, tempat tinggal Marpuah menjadi lebih aman serta nyaman. Ukurannya pun lebih besar, menjadi 5x9 meter.
"Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus dan lebih nyaman, lantainya dari keramik, tidak tanah lagi. Ini berkat dibangun oleh UPZ SIG Pabrik Tuban," ungkap Sarpuah penuh rasa syukur. (coi/rev)






