Prosesor AMD Ryzen 7 5800X. Foto: Forbes/Antony Leather
Di sisi lain, pengguna PC berbasis AM4 justru diuntungkan. Prosesor Ryzen 5000 masih menawarkan performa yang relevan tanpa harus mengganti motherboard dan RAM.
Tak heran jika Ryzen 7 5800X dan 5800XT, yang dibanderol sekitar USD 250, kembali menjadi pilihan populer.
Ironisnya, model unggulan dengan 3D V-Cache seperti Ryzen 7 5800X3D dan 5700X3D justru semakin sulit ditemukan karena sudah memasuki masa akhir produksi.
Kelangkaan ini membuat harga bekasnya melambung, bahkan ada yang dijual hingga USD 800, lebih mahal dari prosesor generasi baru yang secara teknis lebih kencang.
Tren kebangkitan prosesor lama ini tidak hanya terjadi di kelas atas. Di Inggris, Ryzen 5 5600XT dan 5600G juga masuk jajaran CPU terlaris. Sementara di AS, Ryzen 5 3600 yang dirilis pada 2019 masih mampu mencatat performa kompetitif dan dijual dengan harga sangat terjangkau.
AMD sendiri menyatakan harga prosesor Ryzen belum akan naik dalam waktu dekat, meski harga GPU Radeon sudah mulai disesuaikan. Di tengah mahalnya biaya rakit PC, prosesor AMD generasi lama kini justru menjadi opsi paling rasional bagi banyak pengguna. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




