Chairijah
SAMPANG,BANGSAONLINE.com -Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang mengingatkan orang tua agar mewaspadai bahaya radikalisme yang dapat menyasar anak-anak melalui game online.
Peringatan ini disampaikan menyusul pengamanan ratusan anak di sejumlah daerah di Indonesia yang terpapar paham radikalisme akibat perekrutan melalui media daring.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Kepala Bakesbangpol Sampang, Chairijah, mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap penggunaan gadget oleh anak-anak, khususnya dalam aktivitas bermain game online.
“Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, hingga lupa bersosialisasi secara langsung. Ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal untuk menyebarkan pahamnya,” tutur Cairijah, Jumat (2/1/2026).
Peringatan tersebut sejalan dengan temuan Densus 88 Antiteror Polri yang dirilis melalui laman resmi Humas Polri. Dalam rilis itu disebutkan adanya lonjakan signifikan jumlah anak yang terpapar paham radikalisme akibat perekrutan oleh kelompok teror melalui media daring.
Hingga saat ini, Polri tengah mengidentifikasi sebanyak 110 anak yang direkrut secara halus melalui platform digital.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




