Berkunjung ke Bi'rur Rauha, Sumur Tempat Transit 70 Nabi

Berkunjung ke Bi M Mas'ud Adnan (kiri), CEO HARIAN dan BANGSAONLINE dan Prof Usep Abdul Matin di Bi'rur Rauha, 80 KM dari Kota Madinah, Selasa (6/1/2026). Foto: Bangsaonline.

Warga menjual jirigen untuk wadah air Bi'rur Rauha, Selasa (6/1/2026). Foto: Bangsaonline.

Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa Bi'rur Rauha semula tak bisa diminum karena diracuni oleh kafir Quraisy. Tapi Nabi Muhammad kemudian mengambil air sumur tersebut untuk berkumur lalu meludahkannya kembali ke dalam sumur tersebut. Seketika itu air sumur tersebut tawar.

Sumur Rauha menjadi salah satu saksi sejarah Islam yang sangat penting. Sumur inilah yang banyak berjasa bagi para mujahid atau pasukan Islam melawan kafir Quraisy dalam perang Badar. Letak Bi'rur Rauha memang dekat lokasi pertempuran perang Badar.

Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa para pejuang Islam yang kehausan singgah minum air sumur Rauha ketika merekabmenuju medan pertempuran perang Badar.

Pantauan BANGSAONLINE, sumur Rauha semula sempat terlantar. Bahkan saat Kiai Asep dan rombongan tahun sebelumnya Bi'rur Rauha masih berupa sumur tanpa bangunan. Tapi kini pemerintah Madinah mulai memperhatikan sumur penuh historis itu.

Selain ada beberapa bangunan, sumur Rauha sekarang dipagari. Pagarnya terbuat dari besi bercat hitam.

Pembangunannya belum selesai. Saat Kiai Asep dan rombongan berkunjung ke lokasi sumur tersebut ada beberapa tukang yang sedang bekerja.

Bagi umat Islam, sumur Rauha bukan hanya penting tapi juga mengandung magnet spiritual dan penuh barakah. Bahkan bukan hanya mengandung barakah spiritual keagamaan, tapi juga ekonomi.

Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, sekarang banyak orang berjualan berbagai makanan dan produk khas lokal. Termasuk jual jirigen untuk wadah air sumur tersebut. Maklum, kini semakin banyak jemaah dan haji mengunjungi sumur tersebut.

Usai mengunjungi Bi'rul Rauha, Kiaib Asep dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Bi'rur Shifa dan Jabal Malaikat sekaligus ke makam makam para syuhada perang Badar di Kota Badar. Silakan ikuti laporan M. Mas'ud Adnan selanjutnya. (mma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO