JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ketua Hiswana Migas Kerasidenan Besuki, Supratigto, meminta maaf kepada wartawan terkait ucapannya yang merendahkan profesi wartawan.
Supratigto mengatakan jika dia menyesal atas ucapanya tersebut. Ia berdalih jika dirinya tidak mengerti apa itu istilah bodrex. "Jujur saya tidak tau jika itu merendahkan profesi wartawan, karena saya hanya melihat iklan saja yang isinya romobongan," jelasnya.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Saya secara terbuka mencabut pernyataan saya kepada wartawan atas ucapan saya, dan saya sebagai ketua Hiswana Migas meminta maaf kepada wartawan," paparnya saat melakukkan permintaan maaf.
Sementara Divisi Advokasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sutrisno Joko mengatakan jika hal semacam ini sangat dibutuhkan. Karena menurutnya PWI sendiri tidak ingin menyelesaikan secara kasar melainkan harus dengan prosedur. "Kami berterima kasih Pak Tik sudah meminta maaf kepada wartawan. Saya berharap hal semacam ini tidak terjadi lagi karena sangat merugikan profesi wartawan," jelasnya.
"Kami ini lulus Uji Kompetensi Wartawan oleh Dewan Pers, jadi kami bukan wartawan gadungan," pungkasnya. (jbr1/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




