Diklat PPIH 2026 Terapkan Semi Militer, Menhaj: Petugas Haji Bukan untuk Nebeng Haji

Diklat PPIH 2026 Terapkan Semi Militer, Menhaj: Petugas Haji Bukan untuk Nebeng Haji Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Moch. Irfan Yusuf (tengah), foto bersama para peserta diklat PPIH 2026. Foto: Dok. Kemenhaj.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - RI, KH. Moch. , resmi membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2025) pagi.

Dalam arahannya, -sapaan Menteri Haji- berpesan kepada para peserta diklat supaya fokus pada tugas dan fungsi PPIH.

"Jangan berpikiran kita berangkat, Anda berangkat untuk nebeng haji seperti disampaikan tadi. Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, niatkanlah berangkat sebagai pelayan tamu-tamu Allah," tegasnya.

mengingatkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukanlah pekerjaan biasa. Melainkan amanah negara, amanah umat, dan amanah keagamaan yang bertemu dalam satu titik tanggung jawab. Di dalamnya, terdapat dimensi ibadah, dimensi pelayan publik, serta dimensi diplomasi dan tata kelola internasional.

"Karena itu, seorang petugas yang terlibat di dalamnya tidak cukup hanya memiliki niat baik, ia harus dibekali kompetensi, integritas, dan kesiapan mental yang matang," katanya.

Cucu Pendiri NU, Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari ini juga menekankan jika tahun 2026 merupakan fase penting dalam penguatan layanan haji nasional.

"Kita menghadapi perubahan regulasi, penyesuaian sistem layanan di Arab Saudi, serta karakteristik jemaah yang semakin beragam dari sisi usia, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial. Semua ini menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, lebih profesional, dan lebih berorientasi pada solusi," katanya.

PPIH Digembleng Semi Militer

Kementerian Haji dan Umrah melakukan terobosan besar dalam mempersiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M. Tahun ini, para calon petugas akan digembleng dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) berpola semi-militer guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Penerapan pola baru ini merupakan respons langsung terhadap keluhan jemaah pada musim haji sebelumnya terkait kinerja petugas yang dinilai kurang disiplin, tidak responsif, hingga kerap meninggalkan tugas di lapangan.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO