WBP Lapas Pamekasan saat memanen lele.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Melalui panen raya serentak pemasyarakatan yang digelar pada hari ini, Kamis (15/1/2026), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, memanen ratusan kilogram pangan produktif yang langsung memberi manfaat bagi masyarakat.
Di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Nato, lahan produktif seluas 10 hektare milik Lapas Pamekasan, warga binaan memanen 200 kg lele, 100 kg kangkung, dan 150 kg pisang cavendish.
BACA JUGA:
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, menegaskan hasil panen lele langsung disalurkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN) di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan.
“Ini bukan sekadar panen, tetapi kontribusi nyata Pemasyarakatan untuk masyarakat. Lele hasil budidaya warga binaan kami salurkan langsung ke Program MBG sebagai dukungan pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan panen mencerminkan efektivitas pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya dibina secara mental, tetapi juga dibekali keterampilan agar siap kembali ke masyarakat.
“Pertanian dan perikanan ini menjadi bekal hidup. Kami ingin ketika mereka bebas nanti, mereka punya kemampuan untuk mandiri, bekerja, dan tidak kembali ke jalan yang salah,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




