Bupati Lira Kabupaten Pasuruan, M. Muslimin.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pasuruan kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya ditemukan jeruk busuk di wilayah Wonorejo, kini sejumlah wali murid di SDN Krengi dan MI Miftahul Hikmah mengeluhkan makanan yang disajikan sudah basi.
Dalam sebuah rekaman video berdurasi 14 detik, seorang wali murid menyebut, “Kilo MBG koyok iki MBG-ne wes basi (ini lho, MBG menunya sudah basi).”
BACA JUGA:
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
Selain itu, lauk yang diberikan dinilai tidak layak konsumsi karena porsinya sangat minim. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di grup WhatsApp warga.
Bupati Lira Kabupaten Pasuruan, Muhamad Muslimin, meminta pemerintah turun langsung meninjau dapur penyedia MBG.
“Selayaknya MBG itu memberi gizi baik kepada anak didik justru memberi makanan yang gak bergizi,” ujarnya.
Muslimin menilai, program MBG berpotensi menimbulkan praktik korupsi, kolusi, dan gratifikasi. Ia menyoroti anggaran Rp15 ribu per porsi yang seharusnya cukup untuk menyediakan makanan bergizi jika dikelola dengan jujur.
“Tutup saja dapur yang bermasalah, bila perlu stop program MBG, karena mudhorotnya lebih tinggi daripada manfaatnya. Lebih baik anggarannya dimanfaatkan untuk kemaslahatan lain,” cetusnya.
Muslimin mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas, termasuk menutup dapur bermasalah, agar anak didik tidak lagi dirugikan oleh kualitas makanan yang tidak layak konsumsi. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




