WBP Lapas Pamekasan Panen Lele dan Pisang, Disalurkan ke Program MBG

WBP Lapas Pamekasan Panen Lele dan Pisang, Disalurkan ke Program MBG WBP Lapas Pamekasan saat memanen lele.

Sementara itu, Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Pamekasan, Junaedi, menjelaskan pengelolaan SAE Nato melibatkan warga binaan yang memenuhi persyaratan, termasuk peserta asimilasi kerja luar.

“Seluruh kegiatan dilakukan secara terencana, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen. Proses ini melatih disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja,” paparnya.

Bagi HF (45), salah satu warga binaan peserta asimilasi, panen raya ini memiliki makna lebih dari sekadar hasil pertanian.

“Saya merasa dihargai dan dipercaya. Ilmu yang saya dapatkan di sini sangat berguna. Insyaallah nanti setelah bebas, saya bisa bekerja dan menafkahi keluarga dengan keterampilan ini,” ucapnya.

Melalui panen raya serentak pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Pamekasan membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah jeruji menjadi ladang harapan, memberi manfaat nyata bagi warga binaan, masyarakat, dan bangsa.

Agenda tersebut dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Panen raya menjadi simbol transformasi pemasyarakatan, dari sekadar tempat pembinaan menjadi pusat produktivitas yang mendukung ketahanan pangan nasional. (dim/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO