Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, saat memberi keterangan ke awak media.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menilai kejelasan identitas penjual menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem belanja daring yang sehat dan terpercaya.
Ditegaskan olehnya, platform e-commerce perlu memiliki alamat offline yang jelas agar pengalaman belanja digital tidak meniru fenomena Rojali dan Rohana yang marak terjadi di pusat perbelanjaan.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
Rojali dikenal sebagai Rombongan Jarang Beli dan Rohana sebagai Rombongan Hanya Nanya. Fenomena ini menggambarkan pengunjung yang ramai datang, tetapi minim transaksi karena kurangnya kepastian minat dan kepercayaan.
Menurut Ning Lia, pola tersebut bisa mencerminkan risiko belanja digital apabila identitas penjual dan lokasi usaha tidak transparan.
“Di mal kita kenal Rojali dan Rohana. Datang ramai, tapi tidak jadi beli. Kalau e-commerce tidak transparan soal identitas dan alamat penjual, pola seperti itu bisa terjadi juga di ruang digital,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran alamat offline bukan untuk mengurangi fleksibilitas belanja daring, melainkan sebagai penanda akuntabilitas.
“Belanja online itu harus jelas. Siapa penjualnya, di mana alamat usahanya, dan bagaimana kualitas produknya. Kalau semuanya transparan, kepercayaan konsumen akan tumbuh,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




