Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat melakukan sidak di jalur nasional poros Bojonegoro-Babat yang dikeluhkan warga lantaran banyak lubang.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir mulai merusak infrastruktur jalan di wilayah Bojonegoro. Jalur nasional poros Bojonegoro-Babat kini dipenuhi "jeglongan" atau lubang jalan yang mengancam keselamatan pengendara, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua.
Salah satu korban hampir jatuh, Muhammad Qomaruddin, warga Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, menceritakan pengalaman buruknya saat melintasi jalur tersebut di malam hari dalam kondisi hujan.
“Saya nyaris terjatuh saat berkendara di malam hari,” ungkap pria yang akrab disapa Rudi ini, Senin (26/1/2026).
Menurut Rudi, kondisi jalan yang gelap membuat lubang tidak terlihat. “Saat roda masuk di lubang, kendaraan sempat oleng dan tangan kiri terlepas. Beruntung saya tak terjatuh,” tambahnya.
Meski sempat ada perbaikan sebelumnya, ia menilai hasilnya kurang maksimal. “Beberapa waktu lalu sudah ada ditambal, namun sebagian tambalan aspal terlalu tebal sehingga masih membahayakan,” ungkapnya.
Merespons banyaknya keluhan warga yang masuk, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, langsung turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Kecamatan Baureno. Wabup menyaksikan sendiri kondisi aspal yang mengelupas di jalur padat tersebut.
“Hari ini kami meninjau langsung jalur utama Kecamatan Baureno. Kondisinya memang perlu penanganan segera karena jalan berlubang. Ini sangat berisiko dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas,” tegas Nurul Azizah di lokasi sidak.
Karena status jalan tersebut merupakan jalan nasional, Wabup Nurul Azizah langsung mengambil langkah taktis dengan menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur via telepon di lokasi. Ia mendesak agar ada percepatan pembangunan demi keselamatan publik.
Koordinasi cepat tersebut membuahkan hasil. Pihak PPK Provinsi memberikan komitmennya untuk segera turun ke lapangan. Jika tidak ada kendala, pengerjaan perbaikan di jalur utama Baureno dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada Selasa (27/1/2026).
Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan mengembalikan kenyamanan pengguna jalan di salah satu urat nadi transportasi penting di Kabupaten Bojonegoro tersebut. (jku/rev)






