Dapur SPPG di Baureno Bojonegoro Terbakar, Penyaluran MBG ke 3.284 Penerima Berhenti Sementara

Dapur SPPG di Baureno Bojonegoro Terbakar, Penyaluran MBG ke 3.284 Penerima Berhenti Sementara Petugas Damkar Bojonegoro saat upaya pemadaman api

BOJONEGORO,BANGSAONLINE.com - Bangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di  Desa Sumuragung, Minggu (1/2/2026).

Kebakaran tersebut mengakibatkan dua orang karyawan bagian dapur SPPG menjadi korban. Satu korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Ia menyebut laporan kebakaran diterima sekitar pukul 00.18 WIB.

Petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman dengan dibantu para karyawan SPPG.

Sebanyak dua unit mobil truk pemadam kebakaran dan delapan personel dari Pos Damkar Baureno serta Pos Babat, Kabupaten Lamongan, dikerahkan ke lokasi.

"Api berhasil padam sekitar pukul 00.30 WIB, dengan bantuan dua unit Firetruk dari Pos Baureno dan Pos Babat," kata Ahmad Agus, Senin (2/2/2026).

Akibat kejadian tersebut, penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 3.284 penerima dihentikan sementara waktu.

Camat Baureno, Dery Aprilian, mengatakan pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan pengelola SPPG Sumuragung setelah kebakaran terjadi.

Hasil koordinasi tersebut memutuskan penyaluran MBG dihentikan sementara hingga dapur kembali siap beroperasi.

“Dari hasil koordinasi usai insiden kebakaran yang terjadi tadi malam, maka diputuskan penyaluran MBG bagi warga Baureno dihentikan sementara,” ungkap Dery, Senin (2/2/2026).

Adapun jumlah penerima MBG yang terdampak mencapai 3.284 jiwa.

Rinciannya meliputi 465 balita, 884 anak PAUD dan TK, 582 siswa SD kecil, 607 siswa SD besar, 336 siswa SMP atau MTs, 31 siswa SMA atau SMK, enam santri pondok pesantren, 230 ibu hamil dan ibu menyusui, serta 143 PIC lembaga sekolah.

Penyaluran MBG tersebut mencakup 51 lembaga pendidikan dan layanan di wilayah Baureno dan sekitarnya.

Lembaga tersebut mulai dari kelompok bermain, PAUD, RA atau TK, MI, SD, SMP, SMK, hingga pondok pesantren.

Beberapa di antaranya MI Mansyaul Huda, MI Muhammadiyah 19, SMPN 3 Baureno, MI Tanwirul Hija, SDN Tlogoagung 1 dan 2, SDN Trojalu, serta sejumlah PAUD, RA, dan TK di Desa Sumuragung, Gunungsari, Tlogoagung, Selorejo, dan Trojalu.

Selain itu, dapur SPPG Sumuragung juga melayani program MBG kategori B3 yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Total sasaran kategori B3 mencapai 695 jiwa yang terdiri dari 465 balita, 97 ibu hamil, dan 133 ibu menyusui.

Sebaran penerima kategori tersebut meliputi Desa Sumuragung, Gunungsari, Tlogoagung, Selorejo, dan Trojalu dengan jumlah yang bervariasi di tiap desa.

"Penghentian sementara penyaluran MBG ini dilakukan sembari menunggu penanganan pascakebakaran dan kesiapan kembali operasional dapur SPPG,” pungkasnya.