Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Bakal Tambah 5 Rumah Pompa di Lokasi ini

Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Bakal Tambah 5 Rumah Pompa di Lokasi ini

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Surabaya menambah lima rumah pompa baru untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem pada Februari 2026.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Hidayat Syah mengatakan pembangunan rumah pompa tersebut dilakukan di sejumlah lokasi strategis.

"Jadi ada lima lagi (rumah pompa baru). Bulan ini dan bulan depan kita lelang," kata Hidayat, Senin (2/2/2026).

Ia menyebut lokasi pembangunan rumah pompa berada di sekitar Gereja Bethany. Lokasi lainnya berada di kawasan Semolo dan Nginden.

Pemkot Surabaya juga akan membangun rumah pompa di kawasan Teluk Kumai. Pembangunan tersebut tepatnya dilakukan di wilayah Teluk Betung.

"Jadi di (dekat) Gereja Bethany, kawasan Semolo dan Nginden, kawasan Teluk Kumai, tepatnya di Teluk Betung. Itu kita bikin rumah pompa,” ujarnya.

Dengan penambahan tersebut, jumlah rumah pompa di Surabaya akan bertambah dari 85 unit menjadi 90 unit.

Hidayat berharap penambahan rumah pompa ini dapat mengatasi persoalan banjir di Surabaya.

Selain pembangunan rumah pompa, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi sejumlah saluran air.

Normalisasi dilakukan untuk melancarkan aliran air saat terjadi hujan lebat.

"Nah, ini kami lakukan sekarang. Jadi kami lakukan (normalisasi) dengan pakai alat (berat), terus dengan tenaga-tenaga Satgas," katanya.

Salah satu wilayah yang dilakukan normalisasi berada di kawasan Simo Kalangan, Kecamatan Sukomanunggal.

Normalisasi dilakukan karena sungai di wilayah tersebut memiliki tingkat sedimentasi yang tinggi.

“Itu di selokan-selokan warga (kawasan Simo Kalangan) yang mengurus teman-teman dari Satgasnya kecamatan. Jadi (Satuan Tugas) Kecamatan juga turun,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperbesar sistem drainase di 12 titik. Drainase tersebut dirancang untuk menampung tingginya intensitas hujan.

Hidayat menegaskan peran masyarakat juga diperlukan dalam upaya pengendalian banjir.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan lingkungan.

"Tapi yang otomatis kita ikhtiarnya adalah sarana prasarana, sembari dengan edukasi masyarakat masalah sampah hal yang mungkin sangat kita harus intens di situ,” pungkasnya.