BLITAR,BANGSAONLINE.com - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di dekat SD Negeri Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro berdampak pada sejumlah fasilitas sekolah.
Beberapa ruangan penunjang kegiatan belajar dirobohkan meski aktivitas sekolah masih berjalan normal.
Kepala SD Negeri Tlogo 2, Sugianto, mengatakan pembongkaran bangunan dilakukan pada Jumat, 20 Januari 2026.
Saat itu, pihak sekolah tidak mengetahui secara pasti jadwal perobohan, meski sebelumnya telah menerima surat pemberitahuan untuk mengosongkan bangunan.
“Waktu itu masih ada kegiatan anak-anak di sekolah. Mereka yang mau merobohkan bangunan sudah standby di sini. Memang sebelumnya ada surat untuk mengosongkan, tapi kami tidak tahu harinya kapan. Tiba-tiba pagi itu alat berat sudah datang dan langsung merobohkan,” ujar Sugianto.
Ia menegaskan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi, sekolah masih aktif dengan jumlah siswa mencapai 182 orang.
Sejumlah ruangan yang terdampak di antaranya ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, sanggar tari, serta bangunan perumahan yang selama ini dimanfaatkan sebagai gudang dan tempat penyimpanan perlengkapan kepramukaan.
“Kalau ruang kelas tidak ada yang terdampak. Yang terdampak itu ruang-ruang penunjang,” jelasnya.
Terkait relokasi, Sugianto menyebut sebenarnya terdapat bangunan di sisi selatan sekolah yang kondisinya rusak dan direncanakan bisa dimanfaatkan sebagai pengganti.
Namun hingga kini bangunan tersebut belum direhabilitasi sehingga belum memungkinkan untuk memindahkan barang-barang dari ruangan yang dibongkar.
“Kalau bisa direhab, barang-barang bisa direlokasi ke situ. Tapi sebelum direhab kami tidak bisa memindahkan, apalagi barang di perpustakaan itu ada pertanggungjawabannya,” cetusnya.
Sugianto juga mengungkapkan pihak sekolah tidak dilibatkan dalam penentuan titik pembangunan KDMP.
Sekolah hanya menerima tembusan surat yang menyebutkan bahwa pemerintah desa telah mengajukan permohonan pembangunan koperasi tersebut.
“Penentuan titik kami tidak diajak komunikasi. Kami hanya menerima tembusan surat bahwa desa sudah mengajukan pembangunan KDMP. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebagai atasan kami,” pungkasnya. (ina/van)







