Gubernur Khofifah bersama Kepala Dindik Jatim saat melihat Teaching Factory SMKN 1 Buduran, Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meninjau aktivitas pembelajaran dan unit praktik di SMKN 1 Buduran pada Senin (9/2/2026). Ia mengaku surprise sekaligus kagum melihat keterampilan murid yang dinilai sudah mencerminkan standar kerja dunia industri.
Setibanya di sekolah, mantan Menteri Sosial itu disambut antusias murid dan tenaga pendidik. Ia juga membagikan tumbler sebagai dukungan gaya hidup ramah lingkungan.
Dalam kunjungan, Khofifah meninjau berbagai unit teaching factory seperti Galeri Ageman, dapur produksi dan tata boga, Resto Pawon Satu, Tefa Cafe, Edotel, dan Edo Salon.
Di Galeri Ageman, ia terkesan mengetahui karya tata busana murid telah tampil di ajang fashion internasional di Hongkong.
“Terus terang saya takjub. Anak-anak ini bukan sekadar belajar, tapi sudah bekerja seperti di industri yang sebenarnya,” ujarnya.
Pada unit tata boga, Khofifah mengapresiasi produk murid yang sudah masuk pasar digital dan e-katalog. Tefa Cafe dan restoran sekolah juga diminati masyarakat, sementara Edotel dinilai berjalan profesional dengan standar pelayanan mendekati hotel berbintang.
Disampaikan olehnya, pola pembelajaran di SMKN 1 Buduran dilakukan satu minggu di kelas dan dua minggu praktik.
“Dengan pola seperti ini, dunia usaha dan industri akan semakin percaya terhadap kualitas lulusan. Bahkan banyak di antara mereka sudah diinden sejak kelas XI,” tuturnya.

Ia menilai, employability murid terlihat nyata, baik dari keterampilan teknis maupun keberanian berinovasi dan berwirausaha. Murid tidak hanya memproduksi karya, tetapi juga memasarkan produk melalui digital marketing.
Dalam kunjungan, Khofifah juga mengapresiasi inovasi digital seperti aplikasi Hollyday karya murid, serta penerapan prinsip ramah lingkungan di sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan SMKN 1 Buduran merupakan contoh konkret pendidikan vokasi berdampak.
“Produk tata busana murid sudah tampil di ajang fashion internasional, tata boga masuk pasar digital, hotel dan cafe dikelola profesional. Ini bukti SMK kita benar-benar bekerja nyata,” katanya.
Khofifah berharap SMKN 1 Buduran menjadi rujukan nasional dalam pengembangan SMK berbasis employability, kewirausahaan, dan inovasi, sekaligus melahirkan SDM unggul dan berdaya saing. (dev/mar)








