Klarifikasi SMK Tunas Wijaya di Kasus Pengeroyokan Siswa

Klarifikasi SMK Tunas Wijaya di Kasus Pengeroyokan Siswa Lokasi pengeroyokan siswa SMK Tunas Wijaya, Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kepala SMK Tunas Wijaya, Eko Supra, menegaskan bahwa aksi pengeroyokan terhadap Aristo (16), siswa kelas 10 jurusan perkantoran, bukan dipicu oleh bullying (perundungan) sebagaimana beredar di media sosial.

Menurut keterangannya, peristiwa yang terjadi pada jam pelajaran itu bermula ketika Aristo marah dan memukul 2 teman sekelasnya, Toni dan Kristian. Tindakan tersebut memicu kemarahan siswa lain hingga berujung pengeroyokan. 

“Aristo merupakan siswa inklusi yang mudah marah meski tanpa sebab. Kami sudah sering mengingatkan siswa lain agar tidak menggoda atau menyindirnya, namun ia tetap kerap marah bahkan merusak fasilitas sekolah,” kata Eko saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Disampaikan olehnya, Aristo sering tidur di kelas dan marah bila dibangunkan. Saat kejadian, ia dibangunkan teman-temannya lalu mengejar mereka hingga ke luar sekolah, bahkan melempar kursi kayu milik warga. 

“Jadi aksi melempar kursi kayu bukan pertama kalinya,” ujarnya.

Sementara itu, Rudi Haryono selaku petugas keamanan di sekolah turut menjadi saksi. Ia menambahkan, Aristo sempat menendang pagar besi hingga penyok dan memukul Kristian sebelum akhirnya dikeroyok.

“Murid itu tiba-tiba marah mata merah dan menggerang seperti Hulk, lalu keluar dari halaman sekolah mengambil kursi kayu warna merah kemudian dilemparkan kepada teman-temannya,” ucapnya. 

Kasus ini kini ditangani Satres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya. Eko menyatakan, pihak sekolah telah memberikan keterangan lengkap, termasuk rekaman CCTV. 

“Pemicu pengeroyokan bukan bermula dari pembullyan, tetapi dari sikap temperamen siswa itu sendiri,” tuturnya. (rus/mar)