Kuliah Subuh Perdana Ramadhan di Masjid Agung Bangkalan, KH Syafik Tekankan Makna Puasa

Kuliah Subuh Perdana Ramadhan di Masjid Agung Bangkalan, KH Syafik Tekankan Makna Puasa Kuliah subuh perdana saat Ramadhan di Masjid Agung Bangkalan. Foto: AHMAD FAUZI/BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Suasana khidmat menyelimuti jamaah Masjid Agung Bangkalan pada kuliah subuh perdana Ramadhan, Kamis (19/2/2026). 

Kegiatan itu diisi oleh Ketua Takmir Masjid, KH. Moh. Syafik A. Rofii, dengan tema 'Menyambut Datangnya Bulan Puasa Ramadhan'. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa ibadah puasa bukanlah syariat baru. 

“Setiap nabi memiliki kewajiban puasa, namun caranya tidak sama. Ada yang diwajibkan penuh, ada pula yang disunnahkan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia mencontohkan puasa Nabi Daud yang dilakukan sehari berpuasa dan sehari berbuka. Puasa tersebut dahulu bersifat wajib, sementara bagi umat Nabi Muhammad kini menjadi sunnah. 

Syafik juga mengulas puasa Senin-Kamis sebagai bentuk syukur sekaligus sarana memperkuat spiritualitas.

Memasuki Ramadhan, ia mengingatkan keutamaan bulan suci, termasuk turunnya Al-Qur’an, terbukanya pintu rahmat, dan dilipatgandakannya pahala. 

“Ramadhan adalah bulan ibadah. Di dalamnya ada i’tikaf, memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, qiyamul lail hingga tahajud,” tuturnya.

Selain ibadah personal, Syafik menekankan pentingnya ibadah sosial. Ia mengajak jamaah memperbanyak sedekah dan infak, dengan penyaluran langsung kepada individu maupun melalui lembaga agar manfaat lebih luas.

Kuliah subuh perdana ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Ramadhan di Masjid Agung Bangkalan, yang akan berlangsung sebulan penuh selama Ramadhan 1447 H/2026. (uzi/mar)