Pesanan Bedug Ramadhan Tahun ini Dongkrak Rezeki Perajin di Blitar

Pesanan Bedug Ramadhan Tahun ini Dongkrak Rezeki Perajin di Blitar Proses pembuatan bedug di Desa Jiwut Kabupaten Blitar

Bajai memilih bahan baku kayu secara selektif, di antaranya mahoni, nangka, dan trembesi. Setiap jenis kayu memiliki karakter serat dan tingkat ketahanan berbeda yang berpengaruh terhadap kualitas suara serta daya tahan bedug.

Harga satu set bedug bervariasi, tergantung ukuran. Untuk ukuran kecil, dibanderol mulai Rp 2,5 juta, sedangkan ukuran besar bisa mencapai Rp 15 juta. Diameter 55 hingga 70 sentimeter menjadi yang paling diminati karena dinilai sesuai untuk musala.

“Kalau yang ini untuk masjid, diameternya satu meter dengan panjang 1,2 meter,” katanya.

Sebagian besar pesanan datang dari wilayah dan Tulungagung. Di luar Ramadan, bengkel Bajai kembali lengang. Permintaan bedug menurun drastis, menyisakan produksi kendang sebagai tumpuan utama.

Namun setiap Ramadan, bengkel kecil itu kembali hidup. Dari ruangan sederhana itulah, bedug-bedug lahir yang siap ditabuh mengiringi azan magrib, membangunkan sahur, dan menjadi penanda syiar Islam di kampung-kampung.

Bagi Bajai, setiap dentuman bedug bukan sekadar bunyi. Di dalamnya ada kerja keras, ketelatenan, dan harapan yang disematkan sejak serpihan kayu pertama kali dipahat.(tri/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ratusan Ojol di Kota Blitar Gelar Unjuk Rasa Tuntut Zona Merah Stasiun Dihapus ':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO