Serangan AS-Israel Tewaskan Khamenei, Ratusan Korban di Iran, 9 Tewas di Pakistan

Serangan AS-Israel Tewaskan Khamenei, Ratusan Korban di Iran, 9 Tewas di Pakistan Potret Ayatollah Ali Khamenei semasa hidup.

BANGSAONLINE.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut pada Minggu (1/3/2026) dini hari. 

Reuters melaporkan jasad Khamenei ditemukan setelah serangan, sementara Presiden AS, Donald Trump, menulis di Truth Social bahwa intelijen memantau keberadaan Khamenei. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan tempat persembunyian Khamenei telah dihancurkan.

Tiga sumber menyebut Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, dan Komandan Korps Garda Revolusi Iran, Mohammed Pakpour, turut tewas. Militer Israel juga mengonfirmasi 5 komandan senior Iran lainnya meninggal, termasuk penasihat Khamenei, Ali Shamkhani. 

Media Iran melaporkan sejumlah anggota keluarga Khamenei juga menjadi korban. Pada hari pertama serangan besar-besaran, sebuah serangan Israel menghantam sekolah dasar putri di Minab, Provinsi Hormozgan, menewaskan sedikitnya 118 orang. 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan itu sebagai “kejahatan terhadap rakyat Iran”, dan mendesak Dewan Keamanan PBB bertindak. Kantor berita Mehr melaporkan serangan lain di timur Teheran menewaskan 2 siswa.

Israel sebelumnya mengklaim hanya menargetkan sasaran militer, namun laporan menunjukkan serangan juga mengenai fasilitas pendidikan. Data OCHA dan Save the Children mencatat ribuan anak tewas di Gaza sejak Oktober 2023 akibat serangan Israel, dengan lebih dari 20.000 anak Palestina meninggal hingga September 2025.

Sementara itu, bentrokan terjadi di Karachi, Pakistan, pada Minggu (1/3/2026) saat demonstran menyerbu Konsulat AS untuk memprotes kematian Khamenei. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru ke udara. 

Menurut Faisal Edhi dari Yayasan Edhi, sembilan orang tewas dan 30 lainnya luka-luka. Dokter kepolisian, Summaiya Syed, menyebut 6 jenazah dengan luka tembak dibawa ke Rumah Sakit Sipil. 

Bentrokan masih berlanjut hingga laporan ini ditulis.

(rom)