Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran. Foto: REUTERS
Daftar Isi
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menjadi kandidat terdepan yang menggantikan ayahnya sebagai pemimpin iran setelah bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Garda Revolusi elit.
Mojtaba Khamenei yang saat ini berusia 56 tahun, selamat dari serangan udara AS-Israel di Iran. Selain itu, ia juga dipandang oleh Pemerintahan Iran sebagai calon penerus ayahnya, yang tewas dalam serangan udara.
Sebagai salah satu ulama yang berpengaruh, Mojtaba menentang para reformis yang berupaya menjalin hubungan dengan Barat.
Hubungan dekatnya dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) membuatnya lebih berpengaruh di seluruh Elit Politik dan keamanan Iran. Ia juga telah membangun pengaruh di balik layar sebagai “Penjaga Gerbang” ayahnya.
"Dia memiliki basis pendukung dan pengaruh yang kuat di dalam IRGC, khususnya di kalangan generasi muda radikal," kata Kasra Aarabi, kepala penelitian IRGC di United Against Nuclear Iran, sebuah organisasi kebijakan yang berbasis di AS.
"Jadi, jika Mojtaba masih hidup, ada kemungkinan besar dia akan menggantikan (ayahnya)," katanya, menggambarkan Mojtaba sebagai sosok yang sudah bertindak sebagai "pemimpin tertinggi mini".
Keputusan Pemimpin Tertinggi Iran
Pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran, hampir mencapai kesepakatan dan akan segera keputusan pengganti Ayatollah Ali Khamenei. Hal tersebut disampaikan anggota Majelis Ayatollah Ahmad Khatami kepada awak media.
Namun demikian, ia tidak menyebutkan nama para kandidat calon pemimpin tertinggi Iran.
Profil Mojtaba
Mojtaba, lahir pada tahun 1969 di Kota Mashhad dan tumbuh besar seperti ayahnya yang membantu oposisi menghadapi Shah. Selain itu, ia juga sering mengikuti perang Irak-iran.
Ia belajar dibawah bimbingan kelompok konservatif agama di Seminari Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memiliki pangkat ulama Hojjatoleslam.
Sayangnya, Mojtaba tidak pernah memegang posisi formal dalam pemerintahan Iran. Namun demikian, ia sudah dikenal luas dan dianggap sebagai “Penjaga Gerbang” bagi ayahnya. (rif)















