Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, saat berikan materi di di Aula SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT
JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Kapolres Jombang Ardi Kurniawan mengajak generasi muda di wilayahnya untuk bersiap menjadi motor penggerak visi Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikannya saat memberikan materi penguatan karakter kepada sekitar 500 siswa-siswi SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang di Aula SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Peterongan, Selasa (3/3/2026).
Acara itu turut dihadiri Ketua Umum Majelis Pimpinan Ponpes Darul Ulum KH. Cholil Dahlan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jombang Eko Redjo Sunaryanto, serta jajaran pejabat utama Polres Jombang.
Dalam arahannya, AKBP Ardi menekankan bahwa keberhasilan bangsa di masa depan berada di tangan para pelajar saat ini.
Ia mengingatkan, visi besar pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak akan berarti tanpa kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
“Masa depan Indonesia Emas ditentukan oleh adik-adik sekalian. Dengan disiplin yang kuat, akhlak yang mulia, dan torehan prestasi, kalianlah yang akan berdiri sebagai pemimpin di tahun 2045 nanti,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Generasi Z yang melek teknologi, para pelajar diingatkan untuk waspada terhadap jeratan negatif dunia digital, mulai dari judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang berpotensi merusak masa depan.

Kapolres juga menyoroti tren kenakalan remaja di Jombang, seperti fenomena geng motor dan balap liar.
Sebagai solusi, Polres Jombang menyediakan wadah drag race resmi bagi remaja yang memiliki minat di bidang otomotif agar hobi tersalurkan secara positif dan aman.
Dalam sesi diskusi, AKBP Ardi menanggapi kekhawatiran siswa mengenai keamanan identitas saat melaporkan tindak kejahatan atau balap liar. Ia menjamin kerahasiaan pelapor melalui program “WA Lapor Pak Kapolres” dan layanan Call Center 110.
“Masyarakat jangan ragu untuk melapor. Kami menjamin identitas pelapor tetap rahasia, dan anggota kami akan merespons cepat, maksimal 10 menit sudah sampai di lokasi kejadian,” jelasnya.
Senada, KH. Cholil Dahlan menegaskan pembentukan karakter merupakan proses panjang yang dimulai dari diri sendiri.
Menurutnya, karakter bukan sekadar ucapan, melainkan perpaduan sikap dan perilaku sehari-hari yang dilakukan secara konsisten (istiqomah).
“Karakter itu lahir dari pembiasaan diri. Di pesantren, kami menekankan bahwa perilaku nyata jauh lebih penting daripada sekadar kata-kata,” pungkasnya. (aan/van)














