Gubernur Khofifah saat menandatangani prasasti peresmian revitalisasi 60 SLB, SMA, SMK se-Madura
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat dalam mempercepat pembangunan SDM Madura.
"Semoga diijabah oleh Allah SWT karena kerja keras kita karena komitmen kita dan semua kerja keras yang saling terintegrasi kabupaten kota provinsi dan pusat, mudah-mudahan Allah ijabah amin," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura masing-masing sebesar Rp1 juta.
Pemprov juga memberikan bantuan 20 unit komputer kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paiwai mengatakan revitalisasi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Madura dilakukan untuk pemerataan mutu layanan, peningkatan keselamatan bangunan sekolah, serta pemenuhan standar sarana prasarana sesuai regulasi.
"Program ini dilakukan juga agar tidak terjadi kesenjangan antara yang ada di wilayah kepulauan dan daratan, di dalam kegiatan ini juga tentu kita ingin merefleksikan diri bahwa mendorong ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif dan juga berkelanjutan untuk wilayah Madura," kata Aries.
Ia menambahkan, pada 2026 Pemprov Jatim akan mengakselerasi mutu akademik melalui program Mama Mau Naik Kelas guna meningkatkan jumlah dan persentase siswa Madura yang diterima di perguruan tinggi.
"Tahun 2026 ini kita dorong akselerasi mutu akademik melalui program Mama Mau Naik Kelas, Madura maju Madura unggul Madura naik kelas dan Ibu Gubernur memerintahkan kepada kami untuk fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan wilayah madura melalui prestasi murid-murid di wilayah Madura, agar bisa masuk PTN melalui SNBT, SNBP atau UTBK," pungkas Aries. (dev/van)














