Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat bersilaturahmi dengan umat Hindu di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti. (Ist)
Ramadhan menambahkan bahwa pada 18 Maret mendatang umat Hindu di wilayah Menganti akan menggelar pawai ogoh-ogoh yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB. Ia berpesan, sinergi dan komunikasi antarumat beragama menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan tertib.
“Mari kita bersama-sama menikmati keberagaman ini dengan saling menghormati keyakinan masing-masing. Kami berharap para tokoh masyarakat dapat terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif, baik di Menganti maupun di Kabupaten Gresik secara keseluruhan,” pungkasnya.
Satiman menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar musyawarah bersama untuk membahas waktu pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.
“Berdasarkan hasil musyawarah bersama, pawai ogoh-ogoh akan dilaksanakan setelah ibadah tarawih, agar tidak mengganggu aktivitas ibadah umat muslim,” kata Satiman.
Sementara itu, Wongso Negoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polres Gresik yang terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat lintas agama.
Ia menegaskan bahwa selama ini kehidupan masyarakat di Desa Pengalangan berlangsung harmonis dan penuh toleransi antarumat beragama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik yang berkesempatan hadir di pura dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Selama ini tidak pernah ada permasalahan, karena masyarakat selalu saling menghormati dan berkolaborasi dengan umat muslim, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dalam setiap kegiatan,” ungkapnya. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




