Kepala Diskominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Program unggulan Pemkab Jember yang diberi nama Bunga Desaku atau akronim dari Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan mendapat respons positif dari masyarakat. Inovasi ini dinilai mampu memangkas jarak antara pemerintah dan warga, sekaligus menjadi sarana efektif untuk menampung aspirasi, terutama di wilayah pinggiran.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menyebut kehadiran pemerintah di lapangan masih menjadi kebutuhan utama.
“Kita harus realistis bahwa tidak semua lapisan masyarakat, seperti lansia atau warga di pelosok, sudah melek teknologi. Di sinilah peran program Bunga Desa sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata bagi mereka yang belum terjangkau layanan daring,” ujarnya.
Disampaikan olehnya bahwa Pemkab Jember berkomitmen mengoptimalkan pendekatan pelayanan berbasis hybrid. Selain mengembangkan sistem digital, kehadiran langsung di tengah masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Pelayanan berbasis digital tetap jalan, tetapi sentuhan langsung secara fisik tetap diperlukan agar tidak ada satu pun warga yang merasa ditinggalkan. Keduanya harus saling melengkapi demi percepatan pembangunan di Jember,” paparnya.
Sementara itu, Camat Tempurejo, Mohammad Najmul Huda, menyebut pelaksanaan program pada Februari lalu disambut antusias.
“Ada aspek kepuasan batin yang berbeda ketika warga bisa berbicara langsung dengan Bapak Bupati. Keluhan mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur mendapatkan respons dan jawaban yang lebih pasti serta instan,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran langsung bupati memberi kepuasan tersendiri karena warga dapat berkomunikasi langsung dengan pengambil keputusan tertinggi di tingkat kabupaten. Ditegaskan pula pentingnya keberlanjutan program tersebut karena skema pelayanan jemput bola dinilai efektif menangkap persoalan riil di tingkat bawah. (ngga/yud/mar)

























