Gus Fawait saat memberi pernyataan terkait pelaksanaan program Bunga Desaku atau akronim dari Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan kepada awak media.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember kembali menghadirkan program Bunga Desaku atau akronim dari Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan sebagai upaya mendekatkan layanan publik ke masyarakat. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Mumbulsari pada 27-28 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Bupati Jember, Muhammad Fawait. Mumbulsari tercatat sebagai titik kesembilan pelaksanaan program setelah sebelumnya digelar di Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, dan Tempurejo.
Kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan program ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi menyerap aspirasi warga tanpa hambatan birokrasi.
“Masih banyak warga di pelosok yang belum terpapar teknologi atau memiliki akses gawai. Kehadiran fisik kami di desa adalah solusi paling efektif untuk menyosialisasikan program pembangunan yang mungkin selama ini belum mereka ketahui,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran langsung pemerintah di desa mampu menjembatani keterbatasan akses informasi. Program ini juga menyalurkan bantuan dengan pendekatan berbeda, menyasar penggerak masyarakat seperti ketua RT dan RW, kader posyandu, serta tokoh keagamaan.
“Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan dukungan lainnya sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu memotivasi peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah,” kata Gus Fawait.
Melalui agenda menginap di desa, Bupati Jember berharap perangkat daerah dapat memahami kondisi riil masyarakat secara langsung. Ia optimistis sinergi pemerintah dan warga akan mempercepat penanganan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember secara berkelanjutan. (ngga/yud/mar)

























