Ilustrasi. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penghematan konsumsi BBM (bahan bakar minyak) dinilai lebih efektif dilakukan melalui efisiensi anggaran operasional pemerintah yang dialihkan menjadi subsidi tepat sasaran. Langkah itu disebut mampu menjaga daya beli masyarakat dibandingkan menaikkan harga di pasar.
Ekonom Universitas Surabaya (Ubaya), Firman Rosjadi Djoemadi, menyatakan efisiensi energi di birokrasi dapat menciptakan ruang fiskal lebih luas.
BACA JUGA:
- Akal-akalan Barcode BBM Subsidi Terbongkar, 5 Tersangka Dibekuk Polres Probolinggo Kota
- Pertamina Ajak Masyarakat Awasi Distribusi BBM dan LPG Subsidi
- Polres Probolinggo Tangkap 7 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi di Lima Lokasi
- Polresta Sidoarjo Amankan 845 Liter Pertalite Diduga Ditimbun untuk Dijual Ilegal
"Pemerintah sebenarnya punya ruang fiskal yang lebih baik. Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menyarankan penerapan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan konsumsi energi nasional.
"Work from anywhere oleh ASN itu bisa mengurangi biaya listrik, bisa biaya transport," tuturnya.
Selain itu, Firman menekankan pentingnya beralih ke gas alam cair (LNG) untuk mengurangi beban impor. Optimalisasi cadangan gas domestik disebut dapat menggantikan konsumsi elpiji dan minyak bumi.
"Kita punya cadangan domestik yang besar. Itu bisa segera digunakan untuk menggantikan LPG," ucapnya.
Ia juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur gas perkotaan sebagai strategi ketahanan energi jangka panjang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




