Ilustrasi. Foto: Ist
"Langkah ketahanan energi yang paling realistis adalah percepatan penggunaan gas LNG," katanya.
Terkait sektor industri, Firman menilai efisiensi energi tidak sebaiknya menyentuh proses produksi utama agar output ekonomi tidak terganggu. Penghematan hanya bisa dilakukan pada fasilitas pendukung, seperti listrik di area perkantoran pabrik.
"Kalau proses produksi saya kira malah tidak bagus kalau dia harus dikurangi energinya," imbuhnya.
Sebagai strategi tambahan, ia mendorong pemberian insentif masif untuk konversi kendaraan listrik.
"Skema insentif beralih ke kendaraan listrik itu yang pemerintah harus berani dan dipermudah," ujarnya.
Menurut dia, kebijakan insentif lebih tepat di tengah kecemasan masyarakat terhadap krisis energi global.
"Untuk saat ini saya kira lebih baik insentif karena psikologis masyarakat sedang cemas," pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




