Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution (tengah) saat menunjukkan barang bukti yang digunakan komplotan residivis pencuri kabel PLN. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Satreskrim Polres Gresik berhasil membongkar jaringan pencuri spesialis kabel trafo milik PT PLN yang kerap meresahkan warga di berbagai kota di Jawa Timur. Komplotan yang beranggotakan lima orang ini diringkus saat bersembunyi di sebuah hotel di Kabupaten Ngawi tanpa perlawanan.
Kelima pelaku yang kini mendekam di balik jeruji besi berinisial ED (41), HL (34), MH (32), DW (33), dan R.F (34). Mirisnya, tiga di antara mereka merupakan residivis kasus serupa yang baru saja menghirup udara bebas pada tahun 2025 lalu.
BACA JUGA:
- Polres Gresik Periksa 3 Saksi Usai Bocah Tewas Tenggelam di Wisata Jati Sewu
- Bocah 6 Tahun di Menganti Tewas Tenggelam di Wisata Jati Sewu, Polres Gresik Lakukan Penyelidikan
- Polres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Dari Curanmor hingga Pengeroyokan Suporter
- Arena Judi Sabung Ayam di Wringinanom Digrebek, Polres Gresik Amankan 6 Orang
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan buah dari penyelidikan panjang atas laporan pencurian kabel di wilayah Duduksampeyan. Aksi terakhir mereka tercatat pada Selasa, 24 Februari 2026 dini hari, yang menyebabkan pemadaman listrik total di Dusun Watangrejo.
"Setelah melakukan penyelidikan intensif, Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik akhirnya memperoleh informasi keberadaan para pelaku di wilayah Ngawi," ujar Ramadhan, Senin (6/4/2026).
Dalam melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan gunting besi raksasa untuk memotong kabel incoming trafo distribusi 20 KV. Demi mendapatkan material tembaga untuk dijual kembali, mereka tidak mempedulikan dampak pemadaman listrik yang merugikan masyarakat luas.
PT PLN ULP Giri sendiri mencatat kerugian materiil mencapai Rp14 juta akibat satu titik pencurian tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan ini tergolong sangat aktif dengan total 24 lokasi aksi (TKP), yang tersebar di Gresik (9 TKP), Ngawi (14 TKP), dan Bangkalan (1 TKP).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




